Author Archives: siena987

Penjelasan Pada WBS (Work Breakdown Structure)

Bahwa pada pengerjaan proyek ada beberapa tahap yang harus dilakukan untuk menyelesaikan dari awal proyek hingga proyek tersebut finish.

  • Inisiasi

Pada tahap inisiasi  ini ada penyusunan sketsa proyek yang terdiri dari pencanangan pembuatan sistem dan pemetaan kebutuhan yang digunakan untuk sistem tersebut, yang dilakukan dalam waktu 3 hari.

  • Perencanaan

Pada tahap perencanaan ini, tim proyek akan membagi menjadi 3 perencanaan pekerjaan digunakan untuk membangun sistem sehingga bisa sesuai dengan target dan berjalan secara efektif. Membuat analisis sistem, perencanaan biaya dan waktu yang digunakan untuk membangun sistem dari awal hingga selesai, dan yang terakhir adalah membuat uji efektifitas sistem apakah layak untuk dibuat atau tidak yang dilakukan dalam waktu 10hari.

  • Eksekusi

Pada bagian eksekusi ini adalah mulainya pengerjaan sistem yang sudah direncanakan, hingga sistem tersebut lahir dan bisa digunakan. Proses eksekusi ini membutuhkan waktu 25 hari yang dibagi menjadi 3 tahap yang pertama Penerapan rancangan sistem yang hendak dibuat, jadi kita bisa memilih sistem seperti apa yang akan kita terapkan dalam proyek ini, kemudian tim proyek akan melakukan pembuatan database dengan sistem desain database untuk sistem. Yang ke tiga adalah eksekusi pemrograman sistem yang berbasiskan web dengan coding (Bahasa Pemrograman PHP).

  • Controlling

Tahap controlling ini adalah proses kerja setelah melakukan eksekusi kerja pembuatan sistem. Jadi pada tahap ini adalah melakukan testing sistem yang dibuat, apakah sistem ada “Bug” atau tidak, apakah masih ada error program pada saat dirunning. Kemudian, pada tahap ini juga akan memoerbaiki sistem yang masih error dan masih banyak kurangnya, walaupun kita tahu tidak ada sistem yang 100% sempurna.

  • Penutupan

Bagian penutupan ini adalah proses running sistem yang sudah fix dan juga launching sistem yang akan dioperasikan kepada user.

Penjelasan untuk Gantt Chart

Berdasarkan WBS yang sudah dirancang maka akn muncul gantt chart yang berguna untuk menentukan durasi waktu dalam menyelesaikan proyek secara efektif agar tidak molor atau memakan banyak waktu.

  1. Start to Start

Berdasarkan gambar pada gannt chart, maka waktu mulainya proyek ini adalah ada dua tahap pembukaan pekerjaan yaitu dari inisiasi dan juga perencanaan yang masing-masing sudah terjadwal sebagai berikut ini.

Tahap awal (tanggal 17 April- 21 April)-> Bahwa karena pada rentang waktu tersebut terdapat hari libur kerja pada tanggal 17 April maka waktu kerja akan dilakukan atau dimulai pada tangga 18 April hingga tangga 21 april sehingga terhitung 3 hari.

Tahap kedua (tanggal 22 April- 5 Mei)-> Tahap ke dua sebagai awal proyek ini akan dilakukan selama 10 hari, dalam gantt chart mungkin akan terbaca 14 hari kerja, namun karena ada hari libur kerja sebanyak 4 hari, maka waktu kerja efektif adalah selama 10 hari.

Sistem Pakar Untuk Deteksi Penyakit Tanaman Holtikultura Cabai Dengan Menggunakan Citra Daun

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai lahan pertanian terbesar di Asia bahkan di dunia. Dengan  banyaknya pertanian di Indonesia menyebabkan indonesia sebagai salah satu penghasil produk pertanian yang sangat besar. Termasuk salah satunya adalah penghasil produk hortikultura yang menjadi salah satu produk terbaik di Indonesia.

Misalnya pada tanaman sayuran, bawang merah yang biasa ditanam petani berasal dari benih yang turun menurun dan tidak terjaga dengan baik sehingga dihasilkan sendiri menghasilkan di bawah 7,5 ton umbi/ha, tetapi setelah menggunakan varietas unggul yang dilepas oleh peneliti di lingkup Badan Litbang Pertanian bisa meningkat menjadi 9,6 ton umbi/ha, dan bahkan petani maju di Jawa Timur mampu menghasilkan antara 15–20 ton umbi/ha mendekati potensi produksinya .

Penanganan penyakit hortikultura sejak dini bisa lebih meningkatkan produksi hasil tanaman hortikultura. Sehingga bisa lebih meningkatkan daya saing terhadap produk import. Untuk deteksi penyakit hortikultura bisa kita lihat dari beberapa aspek yang mungkin bisa menjadikan satu indikator yang tepat ketika ingin mendeteksi penyakit pada tanaman hortikultura.

Salah satu yang bisa menjadi indikator untuk deteksi penyakit pada tanaman hortikultura adalah daun dan batang pohon tanaman hortikultikultura. Untuk beberapa penyakit yang ada, banyak yang bisa kita lihat dari perubahan daun, batang, dan sebagaian penykit akan bisa dilihat dari peruabahan warna akar tanaman hortikultura.

Seperti trips yang menyerang banyak tumbuhan hortikultura, dengan menyerang bagian daun pada tumbuhan hortikultura sehingga daun tumbuhan menjadi kriting dan menggulung. Untuk itu pperlunya deteksi dini untuk penyakit tumbuhan hortikultura tersebut.

Rumusan masalah yang akan diselesaikan berdasarkan latar belakang diatas adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana akuisisi kepakaran penyakit tanaman cabai
  2. Bagaimana mengumpulkan data citra/akuisisi data untuk tiap-tiap penyakit tanaman hortikultura cabai?
  3. Bagaimana mengidentifikasi jenis penyakit yang diderita oleh tanaman cabai tersebut?
  4. Bagaimana mengatasi penyakit yang menjangkit tanaman cabai?

Untuk itulah slah stu yang harus dilakukanuntuk dapat menggunakan sebuah citra daun diperlukn ekstraksi yang sangatbaik sehingga menampilkan citra dan yang baik yang bisa dengan mudah di analisis.